Praktek Penyimpanan Benih Biji secara Eco-Friendly

Kualitas tanaman biji-bijian yang baik ditentukan dari kualitas benihnya dari semula ketika baru dipanen. Benih biji memiliki sifat mudah rusak karena adanya kandungan nutrisi yang dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan mikroorganisme merugikan.

Perlindungan terhadap benih biji (grain protection) dapat dilakukan dengan melakukan penyimpanan yang baik. Saat ini sudah berkembang teknik penyimpanan komoditas yang ramah lingkungan atau eco-friendly storage.

Teknik penyimpanan tradisional

Penyimpanan benih biji berperan sangat penting dalam memberikan perlindungan terhadap benih biji dengan mencegah kerugian akibat serangan hama, patogen, dan juga hewan pengerat.

Pada umumnya menyimpan benih biji-bijian dilakukan dengan menggunakan teknik manual atau tradisional seperti pengeringan dengan menggunakan sinar matahari, penggunaan abu, penggunaan lapisan tanah merah, melapisi dinding gudang dengan tanah liat atau kotoran sapi, penggunaan kulit bawang putih, dan lain-lain.

Teknik penyimpanan benih biji (seed protection) secara tradisional memiliki kelemahan yaitu pada tingkat efektifitas penyimpanannya yang kurang dapat memberikan perlindungan terbaik terhadap benih biji yang disimpannya.

Penjemuran benih di bawah sinar matahari

Teknik tradisional pertama untuk perlindungan benih biji yaitu dengan menjemur benih biji di bawah sinar matahari.

Benih biji yang memiliki kandungan air yang tinggi harus dijemur di bawah sinar matahari sedikit lebih lama sebelum disimpan.

Penjemuran benih biji di bawah sinar matahari juga memberikan manfaat perlindungan benih biji berupa pencegahan terjadinya proses pembusukan dan mempertahankan fase dorman biji. Kadar air optimum untuk biji yang baik untuk proses penyimpanan yaitu 10-12%.

Jenis tanaman yang dapat disimpan dengan teknik penjemuran sinar matahari yaitu semua jenis tanaman yang memiliki umur simpan yang lama.

Penggunaan abu

Perlindungan benih biji dapat dilakukan dengan memanfaatkan abu yang diisikan ke dalam pot sebanyak ¾ dari total volume pot dan ¼ sisa pot diisi dengan kayu atau kotoran sapi.

Jika benih biji akan disimpan untuk waktu yang cukup lama, maka 6 bulan setelah pot benih biji dikeringkan dengan sinar matahari kemudian diisi kembali dengan abu segar.

Abu mengandung silika yang berfungsi dalam menghambat pertumbuhan serangga dan juga jamur patogen pada benih biji. Selain itu, abu juga mereduksi kelembaban relatif untuk penyimpanan dan juga mengeringkan permukaan biji.

Telur dan larva juga dapat menjadi terhambat pertumbuhannya akibat adanya abu yang menutupi permukaan benih biji.

Abu juga membantu memberikan perlindungan benih biji dengan cara menghambat pergerakan serangga dalam melakukan proses kawin, sehingga dapat menekan perkembangbiakan hama.

Pelapisan tanah merah

Perlindungan benih biji juga dapat dilakukan dengan menggunakan tanah merah. Teknik ini dilakukan dengan cara mencampur tanah merah dengan air untuk membentuk pasta.

Benih biji kemudian dimasukkan ke dalam pot dan dicampur menjadi satu dengan pasta tanah merah tadi. Benih biji yang dikeringkan tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung, melainkan harus dilindungi dengan menggunakan penutup.

Benih biji kemudian dipindahkan ke dalam karung dan diikat dengan kuat dan selanjutnya disimpan pada ruangan gelap.

Tanah merah berperan dalam mengabsorpsi kelebihan air yang ada pada benih biji untuk menghindari terjadinya pembusukan. Selain itu, tanah merah juga dapat memperbaiki tingkat perkecambahan benih biji. Jenis tanaman yang biasanya menggunakan teknik ini yaitu jagung, pulses, dan ragi.

Melapisi dinding gudang dengan tanah liat dan kotoran sapi

Perlindungan terhadap benih biji yang ramah lingkungan dapat dilakukan dengan memanfaatkan tanah liat dan kotoran sapi.

Gudang yang terbuat dari bambu akan dilapisi dengan tanah liat dan juga kotoran sapi untuk mencegah serangan serangga dari luar masuk ke dalam gudang.

Tanah berperan dalam menyerap kelebihan cairan dari dalam benih biji dan menghindari pembusukan yang mungkin terjadi, tanah liat dan kotoran sapi berperan sebagai barier terhadap serangga, dan juga kotoran sapi merupakan penolak hama serangga masuk ke dalam gudang.

Penggunaan garam

Garam dapat digunakan untuk memberikan perlindungan terhadap benih biji. Garam yang digunakan adalah jenis garam dapur dengan jumlah sekitar 200 gram dan ditambahkan secara manual ke dalam 1 kg sampel yang akan disimpan untuk jangka waktu penyimpanan 6-8 bulan.

Garam bersifat abrasif terhadap kulit serangga hama, sehingga akan mencegah masuknya serangga ke dalam gudang penyimpanan benih biji.

Garam juga bersifat higroskopis dan memiliki sifat sebagai insektisida. Garam juga membantu dalam menjaga benih biji tetap kering dengan cara mengabsorpsi kelembaban sehingga dapat mencegah terjadinya pembusukan.

Jenis tanaman yang disimpan dengan menggunakan metode garam yaitu Red gram, Black gram, Green gram, dan polong-polongan.

Penggunaan tumerik

Perlindungan benih biji juga dapat dilakukan dengan menggunakan tumerik berbentuk bubuk sebagai alternatif pencegahan terhadap serangga dan hama. Benih biji dicampurkan dengan bubuk tumerik sebelum penyimpanan di dalam kontainer atau karung kain.

Perlakuan tersebut akan memberikan perlindungan benih biji sampai enam hingga delapan bulan waktu penyimpanan.

Tumerik mengandung turmerones dan ar turmerone yang merupakan komponen yang berperan sebagai pengusir serangga karena aromanya yang kuat dan memiliki sifat insektisida yang mampu menjaga benih biji dari serangan serangga.

Kulit bawang putih

Kulit bawang putih juga dapat dijadikan perlindungan benih biji karena berperan sebagai pengusir beberapa jenis hama.

Kulit bawang putih mengandung diallyl disulfide, diallyl trisulfide, dan diallyl sulfida yang merupakan komponen utama yang ada di dalam bawang putih yang bersifat anti bakteri, fungisidal, insecticidal, nematicidal, dan pengusir serangga.

Pencampuran daun

Daun-daunan juga memiliki sifat insektisida yang dapat memberikan perlindungan benih biji yang akan disimpan. Jenis daun-daunan yang digunakan untuk memberikan perlindungan benih biji yaitu yang memiliki sifat insektisida seperti Neem/Margosa, Nirgundi/Chinese chaste tree Vitex negundo, Madar/Calotropis, dan lain-lain.